Tata Kelola Perusahaan

Translations:

Dalam menjalankan aktivitasnya, PT Pertamina Gas berinteraksi secara kelembagaan dengan pihak-pihak lain. Dalam interaksi itu bukan tidak mungkin terjadi benturan kepentingan, antara pemegang saham dengan pihak-pihak lain tadi, termasuk di antaranya karyawan, pemasok, pelanggan, distributor, pesaing, pemerintah serta masyarakat yang ikut memberikan kontribusi terhadap keberhasilan perusahaan dan mereka yang terkena dampak dari kegiatan operasional perusahaan.
 
Terhadap semua pemangku kepentingan tersebut, manajemen harus mengupayakan keseimbangan perlakuan. Tujuannya agar perusahan mampu mempertahankan eksistensinya dan bermanfaat bagi seluruh entitas masyarakat.
 
Di situlah tata kelola perusahaan diperlukan, karena ia mengatur aspek-aspek yang terkait dengan keseimbangan internal dan eksternal. Tata kelola perusahaan merupakan proses dan struktur yang digunakan untuk mengarahkan dan mengelola bisnis dan urusan-urusan perusahaan. Tujuannya tentu saja meningkatkan kemakmuran bisnis dan akuntabilitas perusahaan, supaya bisa mewujudkan nilai pemegang saham dalam jangka panjang, dengan tetap memerhatikan kepentingan pemangku kepentingan yang lain.
 
Tata Kelola Perusahaan yang Baik atau Good Corporate Governance (GCG) pada PT Pertamina Gas didefinisikan sebagai pola pikir dan pola kerja di seluruh jajaran perusahaan, untuk menciptakan sistem kerja yang efisien dan efektif, dalam pengelolaan sumber daya dan usaha serta meningkatkan tanggung jawab manajemen pada  pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya.
 
Tujuan penerapan GCG di PT Pertamina Gas adalah:
  1. Memaksimalkan nilai perusahaan dengan cara meningkatkan penerapan prinsip-prinsip transparansi, kemandirian, akuntabilitas, pertanggungjawaban, dan kewajaran dalam pelaksanaan kegiatan perusahaan.
  2. Terlaksananya pengelolaan perusahaan secara profesional dan mandiri.
  3. Terciptanya pengambilan keputusan oleh seluruh organ perusahaan yang didasarkan pada nilai moral yang tinggi dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  4. Terlaksananya tanggung jawab sosial perusahaan terhadap pemangku kepentingan.
  5. Meningkatkan iklim investasi nasional yang kondusif khususnya di bidang energi dan petrokimia.
Sedangkan prinsip-prinsip GCG adalah:
  1. Transparansi
    Keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam mengemukakan informasi materiil dan relevan mengenai perusahaan.
  2. Kemandirian
    Keadaan di mana perusahaan dikelola secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh/tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat.
  3. Akuntabilitas
    Kejelasan fungsi, pelaksanaan dan pertanggungjawaban Organ sehingga pengelolaan perusahaan terlaksana secara efektif.
  4. Pertanggungjawaban
    Kesesuaian di dalam pengelolaan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat.
  5. Kewajaran
    Keadilan dan kesetaraan di dalam memenuhi hak-hak pemangku kepentingan yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Berkaitan dengan penerapan GCG, Direksi dan Manajemen PT  Pertamina Gas telah menandatangani Pakta Integritas. Pakta Integritas adalah panduan moral dan sikap yang baik bagi insan-insan perusahaan, dalam menjalankan dan mengoperasikan perusahaan secara profesional.
 
Penandatanganan Pakta Integritas merupakan keinginan dari pemerintah agar seluruh Badan Usaha Milik Negara dan anak perusahaannya betul-betul melaksanakan bisnis secara bersih dan transparan.
 
Tujuan akhir dari Pakta Integritas adalah terbangunnya pulau-pulau integritas, yakni suatu perusahaan yang seluruh insan di dalamnya menyatakan tekad bahwa wilayah perusahaannya terbebas dari korupsi.
 
Sejalan dengan itu, Direksi dan Manajemen juga telah menandatangani Pernyataan Tidak Berbenturan Keinginan. Pernyataan ini sekaligus merupakan tekad jajaran manajemen untuk tidak terlibat dalam berbagai aktivitas bisnis secara langsung maupun tidak langsung di luar kegiatan PT Pertamina Gas, yang pada akhirnya nanti akan menyebabkan terjadinya benturan kepentingan dengan perusahaan.

 

 

Pedoman Tata Kerja Dewan 

Pedoman Etika Usaha dan Tata Perilaku

Pedoman Code of Corporate Governance

 

 

 

News

02
September

PGN Supply 54 BBTUD to PT Pupuk Iskandar Muda through PT Pertagas Niaga

Jakarta – Through PT Pertagas Niaga (PTGN), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) made novation and amendment of Gas Sales Agreement (GSA) with PT Pupuk Iskandar Muda (PIM). The signed of GSA held virtually by CEO PT Pertagas Niaga, Linda Sunarti and CEO PIM (31/08/20). This signed ceremony attended by Minister of The Ministry of Energy and Mineral Resources (KESDM) Arifin Tasrif, Plt. Dirjen Migas KESDM Ego Syahrial, Head of SKK Migas Dwi Soetjipto, CEO PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, CEO PGN Suko Hartono and CEO PT Pupuk Indonesia (Persero) Bakir Pasaman.....


more detail
31
August

Sinergi Subholding Gas, Pertagas Uji Coba Alirkan Gas Perdana ke BOB Siak Pusako

SIAK – PT Pertamina Gas selaku afiliasi dari subholing gas PT PGN Tbk dan PT Pertamina (Persero) melakukan uji coba penyaluran gas perdana untuk pipa gas distribusi untuk Badan Operasional Bersama (BOB) PT Bumi Siak Pusako. Tahapan ini dilakukan setelah konstruksi pipa diselesaikan dan PHE Jambi Merang (bagian dari subholding hulu Pertamina) serta Pertagas menyampaikan nominasi gas kepada Transportasi Gas Indonesia (TGI – afiliasi subholding gas), sesuai perjanjian transportasi gas antara Pertagas dan TGI.....


more detail